Diberdayakan oleh Blogger.

Tata Cara Membayar Zakat Penghasilan dan Contohnya

Posted by TJ-Baoting.com

zakat penghasilan

Tata cara membayar zakat penghasilan sendiri adalah dari berapa banyak gaji yang diterima oleh masyarakat. Apabila melebihi nisab atau ukuran yang telah ditetapkan oleh agama maka seseorang tersebut wajib untuk memberikan zakat mal untuk gaji yang diterimanya sebesar 2,5 persen dari sisanya. Tetapi apabila tidak memenuhi syarat nisab maka ada juga yang tidak perlu untuk membayar zakat mal gaji tersebut.

Contoh pertama adalah bagi yang mempunyai gaji yang cukup dan cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dan masih ada cukup sisa. Maka diharuskan orang tersebut untuk membayarkan zakat gaji seperti contohnya A dengan rincian gaji sebagai berikut ini:

Seorang A merupakan pekerja di perusahaan yang mempunyai posisi yang cukup tinggi dan gaji yang lumayan di terima setiap bulannya.
Untuk gaji setiap bulannya ia menerima gaji pokok 6 juta rupiah.
Untuk gaji lainnya yang diterima dari bonus, pekerjaan sampingan, dan juga lainnya, gajinya adalah 4 juta.
Sehingga totalnya setiap bulan ia menerima gaji sebanyak 10 juta rupiah.

Bagi seorang A tersebut, ia tentunya akan mengeluarkan gajinya seperti untuk kehidupan sehari-harinya sebanyak 3,5 juta rupiah. Ada juga kebutuhan lainnya yang akan dikeluarkan dari untuk membayar kredit kendaraan, membayar cicilan utang di bank, dan juga lainnya membutuhkan jumlah 1,1 juta rupiah. Sehingga untuk pengeluaran bulanan yang dikeluarkan oleh A yang mempunyai penghasilan 10 juta adalah 4,6 juta rupiah. Dengan begitu, untuk sisa pendapatan setiap bulan yang ia terima secara bersihnya adalah sebanyak 5,4 juta rupiah. Gaji dengan sisa 5,4 juta tersebut telah memenuhi standard sebagai gaji yang dikenakan nisab minimal untuk nisab yang hanya 3 juta rupiah. Sehingga untuk A dikenakan jumlah zakat mal untuk penghasilannya sekitar 1,709,100 selama satu tahun. Hal tersebut juga masih bisa untuk dicicil perbulan yaitu hanya perlu mengeluarkan 1,42,425 perbulan. Jumlah yang sedikit dibandingkan besarnya gaji dari yang diterima oleh A.

Kemudian ada contoh selanjutnya untuk orang yang tidak wajib untuk mengeluarkan zakat penghasilan ini yaitu untuk B dengan rincian gaji sebagai berikut:

Gaji pokok yang diterimanya adalah sekitar 2 juta rupiah.
Untuk tambahan gaji lainnya ia menerima total gaji sebanyak 2,6 juta rupiah.
Untuk pendapatan 2, 6 juta tersebut digunakan untuk kebutuhan senilai 2,1 juta rupiah.

Dengan besarnya kebutuhan tersebut, B hanya menyisakan gaji sebanyak 5 ribu rupiah setiap bulannya. Sehingga dengan sisa tersebut ia tidak wajib untuk mengeluarkan zakat gaji yang diterimanya. Karena tidak memenuhi nisab dari gaji yang diterima perbulannya. Dengan begitu sisa gaji 500 ribu masih bisa ditabung untuk berbagai kebutuhan di masa depan untuk B dan keluarganya.

Related Post



Posting Komentar