Diberdayakan oleh Blogger.

Ketentuan dan Syarat Nisab Zakat Mal Uang dan Emas

Posted by TJ-Baoting.com

nisab zakat mal

Syarat pengeluaran zakat seseorang yaitu diantaranya harus islam, mereka (tidak dalam keadaan kekurangan), berakal sehat dan baliq, dan memiliki nishab. Arti dari nishab itu sendiri adalah ukuran dan batasan terendah yang telah ditentukan dalam agama untuk sebagai pedoman dalam menentukan kewajiban mengeluarkan zakat bagi yang mempunyai dan sampai pada ukuran tertentu. Kewajiban seseorang dalam pembayaran zakat ditujukan bagi mereka yang telah mencapai nishab ataupun melebihi nishab berdasar pada surat al-baqarah:219.

Didalam ayat tersebut dijelaskan mengenai kelebihan harta yang diwajibkan untuk membayar. Maksudnya hartanya lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pokoknya seperti sandang, pangan dan papan. Dalam islam nishab tersebut menentukan ukuran kekayaan seseorang. Adapun syarat-syarat nishab sebagai berikut:

1. Harta yang dihitung merupakan di luar harta yang masuk kebutuhan pokok atau keperluan primer seseorang. Dari sandang, pangan, papan hingga kendaraan yang digunakan sebagai alat mencari penghasilan.
2. Harta yang akan dizakati itu sudah masuk dalam haul yang ditentukan, biasanya sudah berlangsung selama setahun. Hal ini juga telah dijelaskan dalam dalil yang ada di hadits Rasulullah shallallahu ‘alaili wa sallam. Ini terkecuali bagi yang berzakat mengenai hal pertanian seperti buah-buahan atau sayuran yang dapat diperoleh setiap panen tiba. Demikian juga halnya seperti harta karun yang dizakati saat menemukannya.

Lalu berapa ukuran nisab zakat mal uang atau emas? Berikut ini penjelasan mengenai hal tersebut:

1. Nishab emas.
Emas itu berarti sebanyak 20 dinar islam, 1 dinar islam sama berarti dengan 4,25 gr emas. Tinggal dikalikan saja dan jatuh akhirnya sebanyak 85 gr emas murni. Dari itu diambil 2,5% atau seperempat dari harta. Ini berlaku kelipatannya tetapi jika harta emas tersebut belum masuk dalam kelipatan kedua tetapi sudah melebihi nishab yang wajib dibayarkan yaitu nishab awal saja.

Contoh: seseorang telah mempunyai emas selama 1,5 tahun sebanyak 90 gr emas. Maka wajib baginya mengeluarkan zakat yaitu sebanyak 2,5% x 90 gr emasnya. Hasil itulah yang harus dibayarkan atau sejumlah uang yang mempunyai nilai yang sama.

2. Nishab uang.
Dalam hal ini masih banyak yang membingungkan, apalagi banyak ulama yang mempunyai pendapat yang berbeda. Ini berpatok pada nishab emas atau nishab perak, mereka berpendapat juga menyertai kejelasan alasan mereka. Jika ditarik kesimpulan sebenarnya semuanya benar, emas dan perak tentu mempunyai patokan masing-masing tentang naik turunnya harga. Mengenai hal tersebut penulis menyarankan sesuai dengan keyakinan saja. Lebih baiknya memang distandarkan berdasar nishab emas. Sesuai dengan ketentuan nishab pada pertanian maupun peternakan.

Begitulah sedikit uraian mengenai nishab zakat yang harus dikeluarkan pada harta yang mempunyai nilai sesuai ketentuan. Dan perlu di ingat harta yang dilakukan pembayaran zakat harus sudah masuk haul.

Related Post



Posting Komentar